100100 Voting: 999,879,658

Cerita Cinta | Kisah Cinta yang Mengharukan

Cerita Cinta | Kisah Cinta yang Mengharukan - Blog Berita Terbaru kali ini kembali berbagi koleksi cerpen terbaru yang menarik, romantis, mnyedihkan dan sangat bagus bila di simak dengan baik-baik. Nah, bagi kamu yang suka banget sama cerpen, kisah nyata, terutama cerita tentang Love story, mungkin Cerita Cinta | Kisah Cinta yang Mengharukan berikut bisa mnghibur kamu,
berikut artikelnya sob.

Siang itu matahari sedang memancarkan sinarnya, dan panas matahari sangat menusuk ke dalam tubuh ku, tapi aku tidak pernah memperdulikan itu. Aku terus memandangi sebuah tempat yang sudah tiga tahun tidak aku datangi. Tempat itu adalah tempat peristirahatan Soulmate ku yang terakhir. Aku terus memanjatkan doa di depan kuburan Soulmate ku, agar dia tahu bahwa aku tidak pernah melupakan nya sedikit pun.

Sejenak Aku teringat,dulu Aku sangat bahagia bisa mempunyai belahan jiwa seperti dia, Aku sangat bersyukur kepada mu Ya Allah, karena Engkau memberikan Aku anugerah terindah dalam hidupku. Dulu sebelum bertemu dengan Soulmate, Aku adalah seorang wanita yang sangat buruk, Aku selalu pulang malam, minum-minuman beralkohol dan masih banyak lagi hal buruk yang sering Aku lakukan.

Lalu Kau hadirkan dia untuk ku dan perlahan-lahan Kau berikan Aku anugrah rasa sayang ini untuk nya disaat Aku sedang membutuhkan seseorang untuk mengubah hidup ku. Aku sangat senang dan bersyukur karena seseorang yang Kau berikan untuk ku, adalah seorang pria yang bisa menghargai wanita dan sangat menjaga martabat seorang wanita. Aku sangat mencintai makhluk ciptaan mu itu, dan Aku sudah sangat yakin bahwa dia adalah anugrah terindah yang Kau berikan untuk ku ya Allah. Dan yang lebih membuat ku bahagia,ternyata orang tua ku berteman dengan orang tua nya, dan mereka pun menyetujui hubungan ku dengan diri nya.

Semakin hari rasa sayang ku semakin besar pada dirinya, karena semakin hari dia semakin menyayangi Aku dengan tulus, dan dia selalu berkata ...:

”Atas Karunia Allah aku Mencintai mu dan tanpa Izin Allah Aku tidak Akan pernah Menyentuh mu”.

Sungguh Aku selalu tersentuh jika mendengar apapun perkataan yang terlontar dari diri nya. Tapi Aku sungguh tidak menduga,disaat Aku sudah benar-benar mencintai dia. Engkau memberi ku cobaan yang membuat ku tak kuasa menghadapi nya, sungguh Aku tidak bisa menahan air mata ku terjatuh menetes, disaat Aku melihat tubuh nya terbaring lemas, mengenakan baju serba putih, dan banyak nya selang infuse dan selang oksigen di tubuh dan wajah nya.

Kecelakaan itu membuat belahan jiwaku tak bisa menggerakkan tubuh nya sedikit pun. Ya Allah Aku sungguh tidak punya semangat hidup, saat dokter berkata bahwa harapan hidup soulmate ku sangat tipis. Ingin rasa nya Aku menggantikan dia terbaring di tempat itu. Tiga hari sudah soulmate ku menahan rasa sakit yang terus menggerogoti tubuh nya,hingga akhirnya berita yang sangat tidak Aku harapkan Aku terima dari salah satu saudara nya. Dia berkata bahwa keadaan soulmate ku sangat keritis,dan terus-menerus menyebut nama ku. Aku pun bergegas pergi ke rumah sakit,untuk memberikan semangat hidup untuk nya.

Aku terus membisikkan telinga nya dengan dzikir dan ayat-ayat suci agar dia bisa mengikuti ku, Alhamdulillah dia terbangun dari koma nya,lalu dia menggenggam erat jari-jari ku,lalu dia berkata ”Aku sudah letih,aku ingin tidur, Aku mohon jangan tangisi aku, aku mencintai mu karena Allah,dan aku meninggalkan mu juga karena kehendakNya, jadi engkau jangan pernah menangisi aku”.

Air mata ku terus mengalir setelah Aku mendengar perkataan nya, dan tubuh ku mendadak lemas tidak berdaya saat Aku melihat eEngkau ya Allah mengambil dia dari ku, Aku terus berteriak karena Aku sungguh tidak rela Engkau mengambil dia dari ku.

Tapi semua orang yang ada di ruangan itu,terus meyakinkan Aku bahwa ini sudah suratan engkau, hingga akhirnya Aku pun terkulai lemas di lantai. Saat Aku terbangun, Aku melihat soulmate telah terbungkus kain serba putih, dan banyak orang-orang mengelilingi nya.Ya Allah Aku sungguh tidak bisa melihat situasi ini, Aku benar-benar tidak menduga bahwa begitu cepat Engkau mengambil dia dari ku. Kadang Aku bertanya mengapa Engkau hadirkan dia, jika pada akhirnya Engkau mengambil nya dari sisi ku.

Esok pun tiba,Semua sanak saudara, tetangga, serta keluarga soulmate telah bersiap untuk pergi kepemakaman untuk membawa soulmate ke tempat peristirahatan untuk selama-lama nya. Aku sungguh merasa tubuh ku lemas seketika, saat Aku melihat tubuh soulmate di masukkan ke dalam sebuah tanah yang sangat kecil,sepi dan tidak ada benda apapun disana, hanya ada akar-akar pohon,papan, dan tubuh soulmate.

Air mata ku pun terus mengalir dan semakin deras saat kuburan itu perlahan-lahan di tutup, dan semua orang satu persatu pergi meninggalkan soulmate, terkecuali Aku yang terus memandangi kuburan dan batu nisan itu, Aku sungguh tidak percaya bahwa soulmate telah meninggalkan ku untuk selama-lama nya.

Seketika aku teringat perkataan soulmate dirumah sakit,bahwa Aku tidak boleh menangisi nya, karena pertemuan dan perpisahan ku dengan nya adalah kehendak mu Ya Allah. Aku pun berusaha melangkah kan kaki ku meninggalkan kuburan itu, meskipun dengan langkah yang tertatih-tatih karena aku tidak bisa meninggalkan dia sendiri disana,tapi aku terus berjalan menjauh karena aku yakin soulmate akan mendapatkan tempat yang indah di sisiMu Tuhanku.

Tiga Tahun telah berlalu sejak kejadian meninggal nya soulmate. Selama tiga tahun itu pula aku berusaha untuk menghapus kenangan ku dengan dia, tapi sungguh aku tak kuasa untuk melakukan itu semua. Aku telah mengubur semua barang-barang yang pernah soulmate berikan pada ku, aku juga telah menyimpan semua foto-foto ku bersama dia di dalam gudang, tapi semakin aku berusaha menghilangkan semua tentang diri nya mengapa hati ku pun semakin hancur, Teman-teman,keluarga ku,begitu juga dengan keluarga nya sudah berusaha membuat aku tenang tapi itu semua sia-sia.

Setiap malam datang aku selalu menangis dan terus teringat tentang diri nya. Aku selalu ingat saat tertawa bareng dia,sholat berjamaah dengan dia, makan dengan dia,dan aku selalu teringat semua kenangan saat bersama dia. Ya Allah selama tiga tahun aku tersiksa, aku sudah tidak tahan lagi terus-terusan dihantui bayangan nya. Ya Allah jika memang dia bukan untuk ku dan dia sudah tenang disana, aku mohon jauhkan bayangan nya dari diriku.

Hari terus berlalu,enam tahun sudah Soulmate berpulang ke sisi mu, dan kini aku semakin baik,aku sudah bisa merelakan Soulmate ku pergi, dan aku juga sudah bisa mencintai beberapa pria lagi, ini semua berkat dukungan orang tua, teman-teman dan keluarga Soulmate ku. Kini aku telah mempunyai belahan jiwa,yang aku sungguh tidak menduga, sifat, cara bicara, tingkah laku,dan semua dari diri dia sangat mirip dengan Soulmate, aku seperti menemukan Soulmate ku hidup kembali.

Aku sangat bahagia bisa menemukan Soulmate ke2 ku,k ini kami telah berhubungan selama 2 tahun,dan aku pun telah resmi bertunangan dengan dia, dan ternyata Soulmate pun setuju aku bersama dia, lewat mimpi Soulmate memberi isyarat bahwa dia pantas menjadi pengganti nya untuk menjaga ku.

Aku bersyukur Ya Allah,engkau menghadirkan pengganti Soulmate untuk ku,sungguh Engkau memang Mahabesar. Aku berjanji akan menjaga anugrah yang Kau berikan untuk ku ini. Aku mencintai dia karena Engkau dan hanya maut yang bisa memisahkan kita, dan aku berjanji tidak akan menyentuh nya, tanpa izin dan ridhoMu Ya Allah ....
====================================================================
Itulah tadi sedikit Informasi tentang "Cerita Cinta | Kisah Cinta yang Mengharukan" Jngan lupa baca juga informasi tentang "Cerpen Cinta Paling Sedih" yang mungkin lebih menarik, dan sedang anda butuhkan juga. Terima kasih atas kunjungan anda di blog saya. Semoga informasi tadi bisa bermanfaat untuk anda. amiiiiin ^_^
Read More..
"Cerita Cinta | Kisah Cinta yang Mengharukan" was posted by: Yalin in Senjulung blogs, under category cerita and permalinks http://senjulung.blogspot.com/2012/04/cerita-cinta-kisah-cinta-yang.html. Ratings: 1010 Votings: 97,687, Jumat, 27 April 2012, 09.44.

Kisah Mengharukan dari Seorang Ibu

Kisah Mengharukan dari Seorang Ibu | Blog Berita Terbaru kali ini akan berbagi koleksi cerita terbaru yang menarik, romantis, mnyedihkan dan sangat bagus bila di simak dengan baik-baik. Nah, bagi kamu yang suka banget sama cerita, terutama cerita tentang cerita yang bermanfaat untuk kita, mungkin Kisah Mengharukan dari Seorang Ibu berikut bisa mnghibur kamu,
berikut artikelnya sob.


Alkisah, ada sepasang kekasih yang saling mencintai. Sang pria berasal dari keluarga kaya, dan merupakan orang yang terpandang di kota tersebut. Sedangkan sang wanita adalah seorang yatim piatu, hidup serba kekurangan, tetapi cantik, lemah lembut, dan baik hati. Kelebihan inilah yang membuat sang pria jatuh hati.

Sang wanita hamil di luar nikah. Sang pria lalu mengajaknya menikah, dengan membawa sang wanita ke rumahnya. Seperti yang sudah mereka duga, orang tua sang pria tidak menyukai wanita tsb. Sebagai orang yang terpandang di kota tsb, latar belakang wanita tsb akan merusak reputasi keluarga. Sebaliknya, mereka bahkan telah mencarikan jodoh yang sepadan untuk anaknya. Sang pria berusaha menyakinkan orang tuanya, bahwa ia sudah menetapkan keputusannya, apapun resikonya bagi dia.

Sang wanita merasa tak berdaya, tetapi sang pria menyakinkan wanita tsb bahwa tidak ada yang bisa memisahkan mereka. Sang pria terus berargumen dengan orang tuanya, bahkan membantah perkataan orangtuanya, sesuatu yang belum pernah dilakukannya selama hidupnya (di zaman dulu, umumnya seorang anak sangat tunduk pada orang tuanya).

Sebulan telah berlalu, sang pria gagal untuk membujuk orang tuanya agar menerima calon istrinya. Sang orang tua juga stress karena gagal membujuk anak satu-satunya, agar berpisah dengan wanita tsb, yang menurut mereka akan sangat merugikan masa depannya.

Sang pria akhirnya menetapkan pilihan untuk kimpoi lari. Ia memutuskan untuk meninggalkan semuanya demi sang kekasih. Waktu keberangkatan pun ditetapkan, tetapi rupanya rencana ini diketahui oleh orang tua sang pria. Maka ketika saatnya tiba, sang ortu mengunci anaknya di dalam kamar dan dijaga ketat oleh para bawahan di rumahnya yang besar.

Sebagai gantinya, kedua orang tua datang ke tempat yang telah ditentukan sepasang kekasih tsb untuk melarikan diri. Sang wanita sangat terkejut dengan kedatangan ayah dan ibu sang pria. Mereka kemudian memohon pengertian dari sang wanita, agar meninggalkan anak mereka satu-satunya.

Menurut mereka, dengan perbedaan status sosial yang sangat besar, perkimpoian mereka hanya akan menjadi gunjingan seluruh penduduk kota, reputasi anaknya akan tercemar, orang² tidak akan menghormatinya lagi. Akibatnya, bisnis yang akan diwariskan kepada anak mereka akan bangkrut secara perlahan².

Mereka bahkan memberikan uang dalam jumlah banyak, dengan permohonan agar wanita tsb meninggalkan kota ini, tidak bertemu dengan anaknya lagi, dan menggugurkan kandungannya. Uang tsb dapat digunakan untuk membiayai hidupnya di tempat lain.

Sang wanita menangis tersedu-sedu. Dalam hati kecilnya, ia sadar bahwa perbedaan status sosial yang sangat jauh, akan menimbulkan banyak kesulitan bagi kekasihnya. Akhirnya, ia setuju untuk meninggalkan kota ini, tetapi menolak untuk menerima uang tsb. Ia mencintai sang pria, bukan uangnya. Walaupun ia sepenuhnya sadar, jalan hidupnya ke depan akan sangat sulit?.

Ibu sang pria kembali memohon kepada wanita tsb untuk meninggalkan sepucuk surat kepada mereka, yang menyatakan bahwa ia memilih berpisah dengan sang pria. Ibu sang pria kuatir anaknya akan terus mencari kekasihnya, dan tidak mau meneruskan usaha orang tuanya. "Walaupun ia kelak bukan suamimu, bukankah Anda ingin melihatnya sebagai seseorang yang berhasil? Ini adalah untuk kebaikan kalian berdua", kata sang ibu.

Dengan berat hati, sang wanita menulis surat . Ia menjelaskan bahwa ia sudah memutuskan untuk pergi meninggalkan sang pria. Ia sadar bahwa keberadaannya hanya akan merugikan sang pria. Ia minta maaf karena telah melanggar janji setia mereka berdua, bahwa mereka akan selalu bersama dalam menghadapi penolakan² akibat perbedaan status sosial mereka. Ia tidak kuat lagi menahan penderitaan ini, dan memutuskan untuk berpisah.

Tetesan air mata sang wanita tampak membasahi surat tersebut.Sang wanita yang malang tsb tampak tidak punya pilihan lain. Ia terjebak antara moral dan cintanya. Sang wanita segera meninggalkan kota itu, sendirian. Ia menuju sebuah desa yang lebih terpencil. Disana, ia bertekad untuk melahirkan dan membesarkan anaknya.

Tiga tahun telah berlalu. Ternyata wanita tersebut telah menjadi seorang ibu. Anaknya seorang laki². Sang ibu bekerja keras siang dan malam, untuk membiayai kehidupan mereka. Di pagi dan siang hari, ia bekerja di sebuah industri rumah tangga, malamnya, ia menyuci pakaian² tetangga dan menyulam sesuai dengan pesanan pelanggan. Kebanyakan ia melakukan semua pekerjaan ini sambil menggendong anak di punggungnya.

Walaupun ia cukup berpendidikan, ia menyadari bahwa pekerjaan lain tidak memungkinkan, karena ia harus berada di sisi anaknya setiap saat. Tetapi sang ibu tidak pernah mengeluh dengan pekerjaannya...

Di usia tiga tahun, suatu saat, sang anak tiba² sakit keras. Demamnya sangat tinggi. Ia segera dibawa ke rumah sakit setempat. Anak tsb harus menginap di rumah sakit selama beberapa hari. Biaya pengobatan telah menguras habis seluruh tabungan dari hasil kerja kerasnya selama ini, dan itupun belum cukup. Ibu tsb akhirnya juga meminjam ke sana-sini, kepada siapapun yang bermurah hati untuk memberikan pinjaman.

Saat diperbolehkan pulang, sang dokter menyarankan untuk membuat sup ramuan, untuk mempercepat kesembuhan putranya. Ramuan tsb terdiri dari obat² herbal dan daging sapi untuk dikukus bersama. Tetapi sang ibu hanya mampu membeli obat² herbal tsb, ia tidak punya uang sepeserpun lagi untuk membeli daging. Untuk meminjam lagi, rasanya tak mungkin, karena ia telah berutang kepada semua orang yang ia kenal, dan belum terbayar.

Ketika di rumah, sang ibu menangis. Ia tidak tahu harus berbuat apa, untuk mendapatkan daging. Toko daging di desa tsb telah menolak permintaannya, untuk bayar di akhir bulan saat gajian.

Diantara tangisannya, ia tiba² mendapatkan ide. Ia mencari alkohol yang ada di rumahnya, sebilah pisau dapur, dan sepotong kain. Setelah pisau dapur dibersihkan dengan alkohol, sang ibu nekad mengambil sekerat daging dari pahanya. Agar tidak membangunkan anaknya yang sedang tidur, ia mengikat mulutnya dengan sepotong kain. Darah berhamburan. Sang ibu tengah berjuang mengambil dagingnya sendiri, sambil berusaha tidak mengeluarkan suara kesakitan yang teramat sangat?..

Hujan lebatpun turun. Lebatnya hujan menyebabkan rintihan kesakitan sang ibu tidak terdengar oleh para tetangga, terutama oleh anaknya sendiri. Tampaknya langit juga tersentuh dengan pengorbanan yang sedang dilakukan oleh sang ibu.

Enam tahun telah berlalu, anaknya tumbuh menjadi seorang anak yang tampan, cerdas, dan berbudi pekerti. Ia juga sangat sayang ibunya. Di hari minggu, mereka sering pergi ke taman di desa tersebut, bermain bersama, dan bersama² menyanyikan lagu "Shi Sang Chi You Mama Hau" (terjemahannya "Di Dunia ini, hanya ibu seorang yang baik").

Sang anak juga sudah sekolah. Sang ibu sekarang bekerja sebagai penjaga toko, karena ia sudah bisa meninggalkan anaknya di siang hari.

Hari² mereka lewatkan dengan kebersamaan, penuh kebahagiaan. Sang anak terkadang memaksa ibunya, agar ia bisa membantu ibunya menyuci di malam hari. Ia tahu ibunya masih menyuci di malam hari, karena perlu tambahan biaya untuk sekolahnya. Ia memang seorang anak yang cerdas.

Ia juga tahu, bulan depan adalah hari ulang tahun ibunya. Ia berniat membelikan sebuah jam tangan, yang sangat didambakan ibunya selama ini. Ibunya pernah mencobanya di sebuah toko, tetapi segera menolak setelah pemilik toko menyebutkan harganya. Jam tangan itu sederhana, tidak terlalu mewah, tetapi bagi mereka, itu terlalu mahal. Masih banyak keperluan lain yang perlu dibiayai.

Sang anak segera pergi ke toko tsb, yang tidak jauh dari rumahnya. Ia meminta kepada kakek pemilik toko agar menyimpan jam tangan tsb, karena ia akan membelinya bulan depan. "Apakah kamu punya uang?" tanya sang pemilik toko. "Tidak sekarang, nanti saya akan punya", kata sang anak dengan serius.

Ternyata, bulan depan sang anak benar² muncul untuk membeli jam tangan tsb. Sang kakek juga terkejut, kiranya sang anak hanya main².

Ketika menyerahkan uangnya, sang kakek bertanya "Dari mana kamu mendapatkan uang itu? Bukan mencuri kan ?". "Saya tidak mencuri, kakek.

Hari ini adalah hari ulang tahun ibuku. Saya biasanya naik becak pulang pergi ke sekolah. Selama sebulan ini, saya berjalan kaki saat pulang dari sekolah ke rumah, uang jajan dan uang becaknya saya simpan untuk beli jam ini. Kakiku sakit, tapi ini semua untuk ibuku. O ya, jangan beritahu ibuku tentang hal ini. Ia akan marah" kata sang anak. Sang pemilik toko tampak kagum pada anak tsb.

Seperti biasanya, sang ibu pulang dari kerja di sore hari. Sang anak segera memberikan ucapan selamat pada ibu, dan menyerahkan jam tangan tsb. Sang ibu terkejut bercampur haru, ia bangga dengan anaknya. Jam tangan ini memang adalah impiannya. Tetapi sang ibu tiba² tersadar, dari mana uang untuk membeli jam tsb. Sang anak tutup mulut, tidak mau menjawab.

"Apakah kamu mencuri, Nak?" Sang anak diam seribu bahasa, ia tidak ingin ibu mengetahui bagaimana ia mengumpulkan uang tersebut.

Setelah ditanya berkali² tanpa jawaban, sang ibu menyimpulkan bahwa anaknya telah mencuri. "Walaupun kita miskin, kita tidak boleh mencuri. Bukankah ibu sudah mengajari kamu tentang hal ini?" kata sang ibu.

Lalu ibu mengambil rotan dan mulai memukul anaknya. Biarpun ibu sayang pada anaknya, ia harus mendidik anaknya sejak kecil. Sang anak menangis, sedangkan air mata sang ibu mengalir keluar. Hatinya begitu perih, karena ia sedang memukul belahan hatinya. Tetapi ia harus melakukannya, demi kebaikan anaknya.

Suara tangisan sang anak terdengar keluar. Para tetangga menuju ke rumah tsb heran, dan kemudian prihatin setelah mengetahui kejadiannya. "Ia sebenarnya anak yang baik", kata salah satu tetangganya.

Kebetulan sekali, sang pemilik toko sedang berkunjung ke rumah salah satu tetangganya yang merupakan familinya.

Ketika ia keluar melihat ke rumah itu, ia segera mengenal anak itu. Ketika mengetahui persoalannya, ia segera menghampiri ibu itu untuk menjelaskan. Tetapi tiba² sang anak berlari ke arah pemilik toko, memohon agar jangan menceritakan yang sebenarnya pada ibunya.

"Nak, ketahuilah, anak yang baik tidak boleh berbohong, dan tidak boleh menyembunyikan sesuatu dari ibunya". Sang anak mengikuti nasehat kakek itu. Maka kakek itu mulai menceritakan bagaimana sang anak tiba² muncul di tokonya sebulan yang lalu, memintanya untuk menyimpan jam tangan tsb, dan sebulan kemudian akan membelinya. Anak itu muncul siang tadi di tokonya, katanya hari ini adalah hari ulang tahun ibunya. Ia juga menceritakan bagaimana sang anak berjalan kaki dari sekolahnya pulang ke rumah dan tidak jajan di sekolah selama sebulan ini, untuk mengumpulkan uang membeli jam tangan kesukaan ibunya.

Tampak sang kakek meneteskan air mata saat selesai menjelaskan hal tsb, begitu pula dengan tetangganya. Sang ibu segera memeluk anak kesayangannya, keduanya menangis dengan tersedu-sedu."Maafkan saya, Nak."

"Tidak Bu, saya yang bersalah".

Sementara itu, ternyata ayah dari sang anak sudah menikah, tetapi istrinya mandul. Mereka tidak punya anak. Sang ortu sangat sedih akan hal ini, karena tidak akan ada yang mewarisi usaha mereka kelak.

Ketika sang ibu dan anaknya berjalan² ke kota , dalam sebuah kesempatan, mereka bertemu dengan sang ayah dan istrinya. Sang ayah baru menyadari bahwa sebenarnya ia sudah punya anak dari darah dagingnya sendiri. Ia mengajak mereka berkunjung ke rumahnya, bersedia menanggung semua biaya hidup mereka, tetapi sang ibu menolak. Kami bisa hidup dengan baik tanpa bantuanmu.

Berita ini segera diketahui oleh orang tua sang pria. Mereka begitu ingin melihat cucunya, tetapi sang ibu tidak mau mengizinkan.

Di pertengahan tahun, penyakit sang anak kembali kambuh. Dokter mengatakan bahwa penyakit sang anak butuh operasi dan perawatan yang konsisten. Kalau kambuh lagi, akan membahayakan jiwanya.

Keuangan sang ibu sudah agak membaik, dibandingkan sebelumnya. Tetapi biaya medis tidaklah murah, ia tidak sanggup membiayainya.

Sang ibu kembali berpikir keras. Tetapi ia tidak menemukan solusi yang tepat. Satu²nya jalan keluar adalah menyerahkan anaknya kepada sang ayah, karena sang ayahlah yang mampu membiayai perawatannya.

Maka di hari Minggu ini, sang ibu kembali mengajak anaknya berkeliling kota , bermain² di taman kesukaan mereka. Mereka gembira sekali, menyanyikan lagu "Shi Sang Chi You Mama Hau", lagu kesayangan mereka. Untuk sejenak, sang ibu melupakan semua penderitaannya, ia hanyut dalam kegembiraan bersama sang anak.

Sepulang ke rumah, ibu menjelaskan keadaannya pada sang anak. Sang anak menolak untuk tinggal bersama ayahnya, karena ia hanya ingin dengan ibu.

"Tetapi ibu tidak mampu membiayai perawatan kamu, Nak" kata ibu. "Tidak apa² Bu, saya tidak perlu dirawat. Saya sudah sehat, bila bisa bersama² dengan ibu. Bila sudah besar nanti, saya akan cari banyak uang untuk biaya perawatan saya dan untuk ibu. Nanti, ibu tidak perlu bekerja lagi, Bu", kata sang anak. Tetapi ibu memaksa akan berkunjung ke rumah sang ayah keesokan harinya. Penyakitnya memang bisa kambuh setiap saat.

Disana ia diperkenalkan dengan kakek dan neneknya. Keduanya sangat senang melihat anak imut tersebut. Ketika ibunya hendak pulang, sang anak meronta² ingin ikut pulang dengan ibunya. Walaupun diberikan mainan kesukaan sang anak, yang tidak pernah ia peroleh saat bersama ibunya, sang anak menolak. "Saya ingin Ibu, saya tidak mau mainan itu", teriak sang anak dengan nada yang polos. Dengan hati sedih dan menangis, sang ibu berkata "Nak, kamu harus dengar nasehat ibu. Tinggallah di sini. Ayah, kakek dan nenek akan bermain bersamamu." "Tidak, aku tidak mau mereka. Saya hanya mau ibu, saya sayang ibu, bukankah ibu juga sayang saya? Ibu sekarang tidak mau saya lagi", sang anak mulai menangis.

Bujukan demi bujukan ibunya untuk tinggal di rumah besar tsb tidak didengarkan anak kecil tsb. Sang anak menangis tersedu² "Kalau ibu saying padaku, bawalah saya pergi, Bu". Sampai pada akhirnya, ibunya memaksa dengan mengatakan "Benar, ibu tidak sayang kamu lagi. Tinggallah disini", ibunya segera lari keluar meninggalkan rumah tsb. Tampak anaknya meronta² dengan ledakan tangis yang memilukan.

Di rumah, sang ibu kembali meratapi nasibnya. Tangisannya begitu menyayat hati, ia telah berpisah dengan anaknya. Ia tidak diperbolehkan menjenguk anaknya, tetapi mereka berjanji akan merawat anaknya dengan baik. Diantara isak tangisnya, ia tidak menemukan arti hidup ini lagi. Ia telah kehilangan satu²nya alasan untuk hidup, anaknya tercinta.

Kemudian ibu yang malang itu mengambil pisau dapur untuk memotong urat nadinya. Tetapi saat akan dilakukan, ia sadar bahwa anaknya mungkin tidak akan diperlakukan dengan baik. Tidak, ia harus hidup untuk mengetahui bahwa anaknya diperlakukan dengan baik. Segera, niat bunuh diri itu dibatalkan, demi anaknya juga.

Setahun berlalu. Sang ibu telah pindah ke tempat lain, mendapatkan kerja yang lebih baik lagi. Sang anak telah sehat, walaupun tetap menjalani perawatan medis secara rutin setiap bulan.

Seperti biasa, sang anak ingat akan hari ulang tahun ibunya.Uang pun dapat ia peroleh dengan mudah, tanpa perlu bersusah payah mengumpulkannya. Maka, pada hari tsb, sepulang dari sekolah, ia tidak pulang ke rumah, ia segera naik bus menuju ke desa tempat tinggal ibunya, yang memakan waktu beberapa jam. Sang anak telah mempersiapkan setangkai bunga, sepucuk surat yang menyatakan ia setiap hari merindukan ibu, sebuah kartu ucapan selamat ulang tahun, dan nilai ujian yang sangat bagus. Ia akan memberikan semuanya untuk ibu.

Sang anak berlari riang gembira melewati gang-gang kecil menuju rumahnya. Tetapi ketika sampai di rumah, ia mendapati rumah ini telah kosong.

Tetangga mengatakan ibunya telah pindah, dan tidak ada yang tahu kemana ibunya pergi. Sang anak tidak tahu harus berbuat apa, ia duduk di depan rumah tsb, menangis "Ibu benar² tidak menginginkan saya lagi."

Sementara itu, keluarga sang ayah begitu cemas, ketika sang anak sudah terlambat pulang ke rumah selama lebih dari 3 jam. Guru sekolah mengatakan semuanya sudah pulang. Semua tempat sudah dicari, tetapi tidak ada kabar.

Mereka panik. Sang ayah menelpon ibunya, yang juga sangat terkejut. Polisi pun dihubungi untuk melaporkan anak hilang.

Ketika sang ibu sedang berpikir keras, tiba² ia teringat sesuatu. Hari ini adalah hari ulang tahunnya. Ia terlalu sibuk sampai melupakannya. Anaknya mungkin pulang ke rumah. Maka sang ayah dan sang ibu segera naik mobil menuju rumah tsb. Sayangnya, mereka hanya menemukan kartu ulang tahun, setangkai bunga, nilai ujian yang bagus, dan sepucuk surat anaknya. Sang ibu tidak mampu menahan tangisannya, saat membaca tulisan² imut anaknya dalam surat itu.

Hari mulai gelap. Mereka sibuk mencari di sekitar desa tsb, tanpa mendapatkan petunjuk apapun. Sang ibu semakin resah. Kemudian sang ibu membakar dupa, berlutut di hadapan altar Dewi Kuan Im, sambil menangis ia memohon agar bisa menemukan anaknya.

Seperti mendapat petunjuk, sang ibu tiba² ingat bahwa ia dan anaknya pernah pergi ke sebuah kuil di desa tsb. Ibunya pernah berkata, bahwa bila kamu memerlukan pertolongan, mohonlah kepada tuhan yang Maha welas asih. Tuhan pasti akan menolongmu, jika niat kamu baik.

Ibunya memprediksikan bahwa anaknya mungkin pergi ke kuil tsb untuk memohon agar bisa bertemu dengan dirinya.

Benar saja, ternyata sang anak berada di sana . Tetapi ia pingsan, demamnya tinggi sekali. Sang ayah segera menggendong anaknya untuk dilarikan ke rumah sakit. Saat menuruni tangga kuil, sang ibu terjatuh dari tangga, dan berguling² jatuh ke bawah.

Sepuluh tahun sudah berlalu. Kini sang anak sudah memasuki bangku kuliah. Ia sering beradu mulut dengan ayah, mengenai persoalan ibunya. Sejak jatuh dari tangga, ibunya tidak pernah ditemukan. Sang anak telah banyak menghabiskan uang untuk mencari ibunya kemana², tetapi hasilnya nihil.

Siang itu, seperti biasa sehabis kuliah, sang anak berjalan bersama dengan teman wanitanya. Mereka tampak serasi. Saat melaju dengan mobil, di persimpangan sebuah jalan, ia melihat seorang wanita tua yang sedang mengemis. Ibu tsb terlihat kumuh, dan tampak memakai tongkat. Ia tidak pernah melihat wanita itu sebelumnya. Wajahnya kumal, dan ia tampak berkomat-kamit.

Di dorong rasa ingin tahu, ia menghentikan mobilnya, dan turun bersama pacar untuk menghampiri pengemis tua itu. Ternyata sang pengemis tua sambil mengacungkan kaleng kosong untuk minta sedekah, ia berucap dengan lemah "Dimanakah anakku? Apakah kalian melihat anakku?"

Sang anak merasa mengenal wanita tua itu. Tanpa disadari, ia segera menyanyikan lagu "Shi Sang Ci You Mama Hau" dengan suara perlahan, tak disangka sang pengemis tua ikut menyanyikannya dengan suara lemah. Mereka berdua menyanyi bersama. Ia segera mengenal suara ibunya yang selalu menyanyikan lagu tsb saat ia kecil, sang anak segera memeluk pengemis tua itu dan berteriak dengan haru "Ibu? Ini saya ibu".

Sang pengemis tua itu terkejut, ia meraba² muka sang anak, lalu bertanya,

"Apakah kamu ??..(nama anak itu)?" "Benar bu, saya adalah anak ibu?".

Keduanya pun berpelukan dengan erat, air mata keduanya berbaur membasahi bumi.

Karena jatuh dari tangga, sang ibu yang terbentur kepalanya menjadi hilang ingatan, tetapi ia setiap hari selama sepuluh tahun terus mencari anaknya, tanpa peduli dengan keadaaan dirinya. Sebagian orang menganggapnya sebagai orang gila.

Kisah ini untuk kita renungkan bersama-sama :

Dalam kondisi kritis, Ibu kita akan melakukan apa saja demi kita. Ibu bahkan rela mengorbankan nyawanya. Simaklah penggalan doa keputusasaan berikut ini, di saat Ibu masih muda, ataupun disaat Ibu sudah tua :

1. Anakku masih kecil, masa depannya masih panjang. Oh Tuhan, ambillah aku sebagai gantinya.

2. Aku sudah tua, Ya ALLAH, ambillah aku sebagai gantinya.

Diantara orang² disekeliling Anda, yang Anda kenal, Saudara/I kandung Anda, diantara lebih dari 6 Milyar manusia, siapakah yang rela mengorbankan nyawanya untuk Anda, kapan pun, dimana pun, dengan cara apapun.

Tidak diragukan lagi "Ibu kita adalah Orang Yang Paling Mulia di dunia ini".

Itulah tadi sedikit infrmasi tentang "Kisah Mengharukan dari Seorang Ibu" Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya .... Terima kasih atas kunjungan anda di blog saya.
Read More..
"Kisah Mengharukan dari Seorang Ibu" was posted by: Yalin in Senjulung blogs, under category cerita and permalinks http://senjulung.blogspot.com/2012/04/kisah-mengharukan-dari-seorang-ibu.html. Ratings: 1010 Votings: 97,687, Jumat, 20 April 2012, 05.17.
 
© 2013 Senjulung
Is Hosted by Blogger